RSS

Day 4_6# Jimbaran Bay, bali

Pulau dewata bali

Uniknya Bali…. mendadak melihat iring-iringan sekelompok masyarakat yang mau melakukan sebuah upacara. Langsung merapatkan mobil di sisi jalan dan sesaat ikut berjalan di dalam iring-iringan.

pulau dewata bali

Tapi salah kostum yaaaa… ga cocok banget dengan sekeliling yang semua pakai baju lokalnya.. hahaha… no problem.. judulnya juga kapan lagi dot com bisa ikut iring-iringan seperti ini… hihihihi…

Bali

Perjalan darat setelah ini memakan waktu cukup lama, sebelum mengejar sunset sore di Jimbaran, mampir makan siang terlebih dahulu ke Warung MertaSari – Pesinggahan, Klungkung. Warung makan yang menyajikan aneka olahan ikan laut yang super duper manztab dengan bumbu khas Bali resep turun temurun sejak tahun 80-an.

Jimbaran Bali

Touch down Jimbaran… sayang cuaca agak mendung.. untuk kali ini ‘perfect sunset’ tak tertangkap.. tapi tetap tidak merusak keindahan sore kita dong yaaaa…..

jimbaran sunset

Main pasir di pantai sudah pasti menjadi pilihan anak-anak begitu merapat di lokasi ini. Sambil menunggu kedatangan kakak saya dan anak-anaknya datang dari Jogja dan sudah touch down Bali tadi pagi.. kami janjian untuk menikmati sunset bersama disini.

jimbaran

dan saya pun ikut asik menikmati Jimbaran kala sore hari… ga ada bosennya…:) Kali ini, disini sedang banyak dipasang umbul-umbul yang digantung lampu-lampu lampion kecil menambah semarak pemadangan di pinggir pantainya.

jimbaran night

me, my mom, and my sister:)

Finally… yang ditunggu-tunggu datang juga… *kakak ku maksudnyaaa…😀 * begitu datang anak-anaknya langsung gabung main di pinggir pantai… jadilah kami bertiga yang narsis disini… hahaha… berasa ladies day😀

jimbaran sunset

Ini dia Foto paling maksimal untuk view sunset kali ini di Jimbaran:) Lumayanlaaaah… warna lembayung dari sinar matahari yang pulang keperaduannya menjadi teman saya menikmati waktu bersama keluarga.

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
2 Comments

Posted by on January 1, 2013 in Bali, Travelling

 

Tags: , ,

Day 4_5# Pelabuhan Buleleng, Singaraja

pelabuhan buleleng bali

Pelabuhan Buleleng?… Sebuah bekas nama pelabuhan yang nyaris tak berbekas. Pusat jajan serba ada telah menggantikan tempat yang dulunya merupakan dermaga terbesar di Bali.

pelabuhan buleleng

Singaraja, sebuah kota tua yang terletak di ujung utara pulau dewata. Mencari referensi sana-sini, mungkin memang benar bahwa tidak banyak orang yang masih mengingat keberadaan tempat ini. Bahwa ternyata kota ini dulunya menjadi ibukota Nusa Tenggara dan merupakan lokasi pusat pelayaran karena dermaganya yang besar.

pelabuhan buleleng singaraja

yippiy yeey… that’s my mom… eksis di depan tugu pelabuhan buleleng… sayang backlight fotonyaaa… Sekitar tahun 1950an kejayaan pelabuhan Buleleng berangsur menghilang. Pelabuhan yang dulunya merupakan tempat bongkar muat barang, bahkan menjadi area transit kapal-kapal pesiar asing yang banyak membawa wisatawan, sekarang tinggal kenangan yang hampir terlupakan.

pelabuhan buleleng

Untuk masuk ke pelabuhan ini sangat murah meriah, hanya dengan membayar restribusi parkir saja.. Rp 500,-  untuk sepeda motor dan Rp 1000,- untuk mobil. Senang dengan murahnya tetapi miris juga melihatnya. Dengan retribusi sekian itu bagaimana bisa pemerintah menjaga dan merawat bangunan-bangunan yang ada. Dan pada akhirnya, bangunan-bangunan tua hanya sekedar menjadi saksi bisu kejayaan pelabuhan, bahkan bekas kantor kepabeanan pun dibiarkan terlantar, kosong.

pelabuhan buleleng bali

Pelabuhan Buleleng juga menjadi saksi sejarah perlawanan masyarakat setempat melawan pemerintah Belanda. Serupa dengan Insiden Hotel Yamato, di tempat ini, pada saat itu juga terjadi peristiwa bersejarah perobekan warna biru pada bendera Belanda.

IMG_7473

Untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut, pada tahun 1987 pemerintah membangun tugu Yudha Mandala Tama. Tugu yang berupa pemuda kekar menunjuk ke arah lautan sambil memegang bambu runcing dengan sang merah putih di ujungnya.

pelabuhan buleleng bali

Sekitar tahun 2005, pelabuhan ini mulai ditata kembali dengan menambahkan beberapa taman yang berfungsi juga sebagai lahan penghijauan, pengecatan ulang di beberapa bangunan tua, dan bekas dermaga diganti fungsinya sebagai restoran terapung  yang menyediakan berbagai jenis kuliner spesial dengan harga yang terjangkau.

Eksotika Bali Utara, sebuah pelabuhan yang menjadi saksi bisu sejarah Indonesia yang hingga kini tetap memiliki pesona panorama yang indah. Jangan biarkan tempat ini hanya menjadi sebuah cerita usang dan kenangan yang terlupakan.

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
Leave a comment

Posted by on December 31, 2012 in Bali, Travelling

 

Tags: , , ,

Day 4_4# Tirta Gangga, Karangasem

tirta gangga

Taman air ini cantik sekaliii… berkunjung kesini berasa seperti putri-putri raja😀 Tempatnya sangat mempesona, bangunan dan hiasan-hiasan seperti arca dibuat sesuai spirit dari Puri Agung Karangasem.

IMG_7501

Tirta gangga ini letaknya di tengah sawah, dan disekeliling kanan-kirinya adalah perbukitan hijau. Menurut data yang ada, taman air ini dibangun pada tahun 1948 atas prakarsanya Raja Karangasem. Tirta berarti air yang diberkati, sedangkan Gangga diambil dari nama sungai yang ada di India. Mata air Tirtagangga ini dianggap sebagai air suci oleh umat Hindu di Bali. Air dipergunakan untuk upacara keagamaan di pura-pura di sekitar Tirtagangga.

taman air tirtagangga bali

Melihat pencapaian bentuknya.. arsitektur taman air ini merupakan gabungan dari arsitektur gaya Bali dan Cina. Landscape nya seperti yang ada di film-film dinasti cina😀 …

tirtagangga bali

Di sisi kanan taman ini, terdapat kolam yang banyak dihiasi bebatuan dekoratif yang diletakkan di sekitar kolam. Kita bisa berjalan-jalan sampai ke area tengahnya, terdapat batuan setapak yang dibuat untuk berkeliling kolam ini sambil melihat dari dekat arca dewa-dewi yang diletakkan di tengah-tengah kolam.

tirtagangga karangasem bali

Di dalam kolamnya berenang ikan-ikan mas berukuran super besaaaarrrr…. air kolamnya yang bening membuat ikan yang berenang kesana-kemari semakin jelas terlihat. Sisik-sisik ikannya bagai bersinar karena pantulan dari sinar matahari…cantik sekaliiii…

tirtagangga

Wisata di karangasem ini memang belum terlalu dikenal terutama oleh wisatawan domestik. Hmmm… yuk yang mau ke Bali, berkunjung kemari…. mari kita lebih mencintai destinasi dalam negeri ^_^

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
Leave a comment

Posted by on December 30, 2012 in Bali, Travelling

 

Tags: , , , ,

Day 4_3# Yeh Sanih Singaraja Bali

yeh sanih singaraja bali

Melanjutkan perjalanan dari Tulamben, kami melewati tempat wisata air Yeh Sanih, dan menepilah kami disini. . Apa istimewanya tempat ini yaaa..? Let see.. Ternyata Oh ternyataa… Mata air di tempat pemandian ini berbeda dengan mata air yang lainnya, sumber mata airnya terkenal dengan sumber mata air yang muncul tanpa henti di pojok tenggara kolam renang ini. berasal dari aliran sungai bawah tanah yang asal muasalnya dari Gunung Batur di Kintamani. Air di tempat pemandian ini dianggap suci, sehingga sering digunakan untuk upacara keagamaan umat Hindu.

Yeh Sanih

Terdapat dua kolam renang ditempat ini, satu untuk dewasa dan satu lagi untuk anak-anak. Sedangkan disebelah utara lokasi ini, dikelilingi oleh pantai dan lautan yang relatif aman apabila digunakan untuk aktifitas berenang serta olahraga air lainnya.

yeh sanih

Ditempat ini, sangat cocok untuk kita bersantai, menjauhkan diri dari kebisingan. Di dalamnya masih banyak terdapat pohon-pohon besar yang rindang, mengundang angin sepoi-sepoi untuk menghampiri kita…

yeh sanih singaraja

Damai sekali yaaa…. oya, nginep didekat-dekat sini juga bisa karena banyak kok penginapan yang dekat dengan lokasi pemandian Yeh Sanih dan tentu saja berada dekat dengan pantai. Jadi….  kapan ada waktu berkunjung ke Lovina, jangan lupa untuk mampir juga ketempat ini.. patut ditengok untuk ngadem…. ^_^

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
Leave a comment

Posted by on December 20, 2012 in Bali, Travelling

 

Tags: , ,

Day 4_2# Pantai Amed , Tulamben dan Cadidasa

Beranjak dari Lovina di siang hari, akan menuju Jimbaran untuk mengejar sunset dan makan malan disana…tapi sebelumnya mampir ke beberapa lokasi eksotis terlebih dahulu…

amedtulambenarea_map

Amed dan Tulamben, dua pantai yang letaknya bersebelahan masih dalam satu jajaran pantai dengan Lovina, deret pantai yang menyajikan keindahan sunrise serta kehidupan indah bawah lautnya.

amed diving center amed beach bali

Kalau Lovina merupakan lokasi untuk snorkeling, Amed merupakan tempat yang baik untuk latihan diving atau menyelam.

Diving di pantai ini sangat menyenangkan, disini dapat menemukan bangkai kapal perang US yang tenggelam dan letaknya tidak terlalu dalam, sehingga dapat dijangkau dengan mudah oleh para diver.

IMG_7494 IMG_7495

Pemandangan pantai disini pun sangat indah, banyak terdapat batu karang besar tersebar di pantai-pantainya. Hai para diver…. jangan sampai melewatkan spot diving yang satu ini yaaa….😉

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
1 Comment

Posted by on December 15, 2012 in Bali, Travelling

 

Tags: , , , , , ,

Day 4_1# Lovina Beach

*intermezzo*

cerita jalan-jalan periode EAST INDONESIA ga selesai-selesai… padahal minggu depan sudah harus siap-siap cabcus trip WEST INDONESIA … heuuu… …balada tesis membuat saya lama tak buka2 blog ini >.< *alasan*… maapkan yaa :p

Balik maning ke story😀 …finally kita sampe ke LOVINA BEACH story, beberapa kali ke Bali tapi ini adalah kali pertama saya mengunjungi Lovina😀 …hari sudah malam ketika sampai ke tempat penginapan “Lovina Beach Hotel”

lovina beach hotel lovina beach hotel room

Hotelnya cukup nyaman, saya menemukan hotel ini via browsing internet, harga kamarnya Rp 350.000,- bisa masuk 4 orang, bisa nambah extra bed seharga Rp 100.000,- sudah termasuk breakfast, ada AC, air panas, dan yang paling asik adalah hotel ini tepat sekali di pinggir pantai Lovina… alias termasuk kategori hotel yang memiliki ‘private beach’… pinggir pantai harga segitu, ini termasuk murah lhooo..

lovina beach hotel lovina beach hotel

Foto diatas merupakan suasana Lovina Beach Hotel di pagi hari, kamar saya yang fotonya sebelah kiri, sedangkan yang sebelah kanan adalah kamar-kamar berukuran lebih besar dan langsung menghadapa ke pantai. Tapi sebelum berkeliling hotel, hal yang pertama kali dilakukan setelah sholat subuh adalah….. mari kita memburu sunrise ke tengah lautan sambil mencari para dolphin-dolphin cantik yang kabarnya setiap pagi muncul menghiasi lautan lovina *yuk kita buktikan kebenarannya*

lovina beach sunrise

Selamat pagi Lovina:)

Selamat pagi Lovina… mulai muncul warna kuning keemasan, pertanda sang mentari akan datang menyapa, menyenangkan sekali menatap hasil karya sang pencipta sembari duduk diujung kapal dan berada di tengah lautan…

menunggu lumba-lumba di pantai lovina

menikmati sunrise  di tengah lautan sambil menunggu.. menunggu… dan menunggu para dolphin menyapa

Berada di tengah lautan mulai dari warna langit yang masih gelap lalu menjadi keemasan hingga mulai berubah menjadi biru, tetap duduk manis diatas kapal menungguuuu… menungguuu… dan menunggu para dolphin muncul ke permukaan. Harap-harap cemas… sudah sampai sini masak ga kesampaian lihat dolphin di lepas pantai….

dolphine

the dolphines

Tiba-tiba terdengar teriakan “Kiriiiiiiiii…. ada di kiriiiiiii”…. spontan langsung menengok ke sebelah kiri kapal dan memang harus bilang “WOW” …rombongan dolphine mulai terlihat muncul.. ada yang loncat ada yang berputar ada yang…..seperti di sirkus..hmmm… tapi ini natural…ini dilaut bebas..tidak terkurung dalam sebuah penangkaran, tidak pula berada di acara yang mana untuk melihatnya kita harus beli tiket terlebih dahulu… disinilah mereka tinggal.. inilah habitatnya…

lovina dolphins lovina

Satu rombongan dolphine muncul disusul iringan rombongan lainnya… dari atas kapal bisa dilihat di sebelah kiri, kanan, depan, belakang…. banyak sekaliiiiiiii….. melihat atraksi alam yang sangat luar biasa😀 *Subhanallah..*

snorkeling di lovina

snorkeling time!

Puas memandang lumba-lumba di lautan lepas kemudian berlanjutlah ke acara favorit berikutnya…..it’s snorkeling time!!! Lovina merupakan gudangnya ikan hias, pantai ini memasok ikan-ikan hias di banyak tempat di Indonesia, untuk bisa bermain bersama nemo dan kawan-kawannya tentu saja jangan pernah lupa untuk membawa remah roti ke dalam lautan dan para ikan pun akan menghampiri kita tidak perlu berusaha menyentuhnya tetapi ikan-ikan itu sendiri yang akan mendatangi *catet yaaa: bawa remah rotiiii… eh, pisang juga doyan ternyata :p *

snorkeling di lovina snorkeling di lovina

Dan Lovina adalah 1st Snorkeling Lesson untuk my ‘LiL BiLLie… pertama kali Billie dicemplungin ke tengah lautan, pertama kali BiLLie menyentuh para ikan-ikan di akuarium alam😀

snorkeling lesson snorkeling pantai lovina

‘LiL iLLie ku masih takuuut… *wajaaar… baru pertama kali snorkeling* ..tapi menjadi pengalaman dahsyat nya di usia Billie yang baru 4.5th.  Masih belajar mengendalikan badan untuk mengapung di tengah lautan, ikut memegang remah roti dan mau untuk menahan nafas demi bisa menyentuh para ikan *amazing melihatnya… karena hanya diberi clue “adek mau lihat nemo?.. tahan napas, kepala celupin ke dalam air, nanti adek bisa lihat dan pegang nemo”…dan sim salabim berhasil lhooo…” . Dengan pemilihan perlengkapan safety yang tepat, jangan khawatir untuk mengajak anak-anak menuju lautan ^_^

snorkeling di lovina snorkeling bima

Kalau untuk kakak Bima, ini sudah bukan kali pertamanya ikut saya snorkeling, it’s our favorite time memang..😀 untuk pulau yang sudah dijelajahnya memang masih Bali, menunggu waktu liburan yang pas untuk menambah daftar destinasi snorkelingnyaaa… ^_^

merapat di pantai Lovina

merapat di pantai Lovina

Hari mulai menuju siang, sedangkan berada di lautan sudah dari subuh… lapaaaarrrr….. saatnya merapat kembali menuju pantai.. Membantu pemilik kapal merapatkan kapalnya ke daratan… berat yaaaa… ternyataaaa… padahal sudah berempat yang mendorong kapal ini ke daratan…

lovina boat ludy luck

lovina boat lady luck

Eksis setelah cape’ menarik kapal ke daratan… ini dia Lovina Boat Lady Luck yang sedari pagi membawa kami mengelilingi lautan.

lovina beach hotel menu nasi goreng cafe & restaurang at Lovina beach hotel

Kembali ke hotel dan saatnya “Breakfast!!!!….” starving… starving… ke laut lupa bawa makanan.. bawa cookies tapi habis dikasih ke ikan waktu snorkeling tadi :p … menu sarapan ada beberapa pilihan, roti bakar, nasi rames, atau nasi goreng… harusnya pilih salah satu tapi ga tau kenapa kok boleh ya saya minta beberapa… *hahahahha… dasar kelaparan :p * minta dobel dan ga kena tambahan bayar pula.. pilihan saya pun jatuh kepada teh manis panas, setangkup roti bakar dengan selai stroberi, nasi goreng, susu, dan jus jeruk…dan sambil sarapan tetap dengan memandang indah nya pantai….*wonderful morning*

swimming pool lovina beach hotel 30

Selesai makan , tenyata krucil masih belum puas untuk episode berenangnya… jadilah berlanjut nyemplung ke swimming pool… anyway, hotel ini recommended sekaliii😉

pasir putih lovina pasir putih lovina

sehari penuh di Lovina…. ditutup dengan jam bebas bermain sepuasnya di pantai, main pasir, main air, berjemur… hmmm…really Luv it..!!

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
Leave a comment

Posted by on December 14, 2012 in Bali, Travelling

 

Tags: , , ,

Day 3_6# The Trunyan, Bali

The Trunyan

Trunyan, merupakan salah satu desa tua di Bali, terletak di pinggir Danau Batur, dan merupakan area yang dihuni oleh penduduk asli Bali serta terkenal dengan ‘pemakaman’ yang terbuka dan unik. Menurut saya tempat ini dan sepanjang jalur menuju lokasi ini adalah jalur eksotis. Untuk mencapainya, kita melawati daerah obyek wisata penelokan. Dari penelokan, kita bisa melihat indahnya pemandangan Danau Batur. Waktu saya kesana, awan gelap sedang menggantung diatas menutupi langit biru tapi hal tersebut tidak mengurangi decak kagum saya akan keindahan pemandangan Danau Batur. Seperti lukisan, melihatnya benar-benar membuat saya berdecak kagum atas salah satu maha karya Sang Pencipta… Subhanallah indahnyaaa…. *tak terungkapkan kata-kata:) *

Jalan menuju desa Trunyan sangat berkelok, naik-turun tajam, dan sempit, tidak disarankan bagi yang hanya bisa-bisaan bawa mobil melewati jalur ini, dan kalau mau masuk melewati jalur ini sewalah jasa pemandu yang ada di atas jalan sebelum memasuki area ini. Mengapa? ga lucu kan kalau pas di tengah jalan tiba-tiba ketemu kendaraan lain, sedangkan jalan hanya muat untuk 1 mobil saja >.< ….ah gampang tinggal mundur… tp kalo mundur nya nanjak atau bisa juga sambil nikung juga gimana???… :p beresiko tingkat dewa… ga tanggung jawab deh pokoknya -__-

jalur sempit, berkelok dan banyak naikan dan/atau turunan tajam

Akhirnya… sampailah kami di Desa Trunyan, mengejar waktu supaya tidak kesorean makan diputuskan untuk lebih dulu menyeberangi danau batur ini menuju lokasi Kuburan Trunyan. Dermaga kapal persis berada di depan Desa Trunyan, jasa perahu disini bisa kita sewa sekitar Rp 200ribu… jangan lupa ditawar😀😀😀

Menyeberangi lokasi ini kurang lebih 20-30 menit, lumayan cukup lama yaa… tapi jangan khawatir pemandangannya indah kok… jadi ga berasa menyeberang agak lama juga:) oh ya harga sewa kapal diatas sudah termasuk pelampungnya….. pelampung yg ada sama seperti yang saya pake (yang orange).. kalau punya kakak bima dan ‘lil iLLie itu milik kami pribadi *hehehe.. ga mau resiko saya kalo untuk anak-anak, jadi spesial untuk mereka berdua rela deh saya bawa pelampung sendiri:)

Sebelum merapat, bisa kita lihat dari danau, pintu memasuki area kuburan Trunyan… tak terlihat apa-apa yaaa…  (lihat foto yang dibawah :p )

pintu masuk kuburan trunyan

Trunyan memang memiliki banyak keunikan. Daya tarik paling tingginya adalah dalam memperlakukan jenazah warganya, yang tidak seperti pada umumnya umat Hindu dimana biasanya umat Hindu di Bali melangsungkan upacara ngaben untuk pembakaran jenazah.

Narsis dulu sebelum masuk ke dalam area kuburan Trunyan. Di gerbang depannya pun sudah disambut banyak tengkorak yang tergeletak disana sini….

sebelum memasuki kuburan Trunyan, sudah disambut tengkorak-tengkorak yang ada di sisi-sisi pintu masuk

Di Trunyan ini, penduduknya memiliki adat pemakaman yang cukup unik. Bila ada warganya yang meninggal, jenazahnya akan ‘dimakamkan’ diatas batu besar yang memiliki cekungan 7 buah. Cekungan tersebut terbentuk secara alamaiah saat Gunung Agung meletus. Jenasah hanya diletakkan begitu saja diatas cekungan batu dengan hanya dipagari bambu anyam secukupnya. Dan uniknya, meskipun sudah berhari-hari dan tidak di balsem, jenasah sama sekali tidak bau. Jumlah maksimum jenazah yang diletakkan di bawah pohon Taru Menyan ini adalah 11, apabila lebih dari sebelas, katanya jenazah ke 12 dan seterusnya akan berbau… yang mana baunya kadang-kadang muncul… kadang-kadang menghilang… *hmmmm…

Rahasia dari tidak menyebarnya bau busuk yang berasal dari mayat-mayat tersebut terletak pada pohon Taru Menyan. Pohon besa ini (foto yang dibawah) dibiarkan secara alami tumbuh besar dan rimbun. Aroma harum yang dikeluarkan oleh pohon Taru Menyan ini mengalahkan bau busuk yang dikeluarkan oleh jenazah yang membusuk hingga akhirnya yang bersisa adalah kerangka tulang. Unik, dan saya benar-benar melihat bukti nyata dari jarak yang sangat dekat. Jenazah (yang ada fotonya) ini belum ada 3 minggu tetapi bahkan sedekat itu saya berdiri tidak tercium sedikitpun aroma tak sedap.

Pohon Taru Menyan

Tengkorak juga merupakan daya tarik berikutnya yang menempati rating tertinggi kalau menurut… saya sebagai pengunjung :p ….Desa Trunyan memiliki 3 jenis kuburan, terdiri dari kuburan utama yang diperuntukkan bagi jenazah orang yang dianggap paling suci/baik dan meninggal secara wajar dengan jasad utuh. Biasanya yang termasuk kategori ini adalah pemuka agam dan pimpinan atau pemuka adat dan lain-lain yang dihormati.  Kuburan yang kedua adalah kuburan bagi orang dewasa dan bayi yang meninggal dengan jasad utuh. Untuk kuburan yang terakhir adalah kuburan bagi orang-orang yang meninggal secara tidak wajar seperti dikarenakan bunuh diri, bencana alam, atau kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya.

Bapak ini salah satu guide di kuburan Trunyan. kebetulan saya datang ke lokasi ini dengan orang asli Bali, dan paham seluk beluk disini, info langsung dari mereka : HATI-HATI dengan ‘guide’ lokal kuburan Trunyan, mayoritas pada awalnya mereka cukup ramah dalam mendampingi kita untuk melihat-lihat dan menceritakan berbagai hal terkait dengan Trunyan, tetapi sebelum kita menyeberang pulang mereka akan mendesak untuk meminta uang jasa ‘Guide’… terang-terangan meminta lho yaaa… dengan minimal harga… bukan meminta sukarela dari turis..

bersama pemandu kami yang selalu sabar memberikan jawaban …ga yang gede ga yang kecil, tamu nya banyak nanya niiiih…😀

Puas melihat, bertanya-tanya dan mendengar keterangan serta cerita-cerita unik di kuburan Trunyan, kembalilah saya menyeberang pulang menuju dermaga Desa Trunyan. Mampir juga doonk ke desanya…  di dalam desa ini terdapat kantor desanya, terdapat koperasi jugaa… lumayan komplit untuk desa yang jauh dari hiruk pikuk kota.

Kantor Desa Trunyan

Pura Pancering Jagat, merupakan salah satu peninggal purbakala dimana terdapat Prasasti Trunyan tahun Saka 891, yang menyebutkan akan keberadaan pura ini.  Sayang, karena beberapa waktu yang lalu ada yang meninggal menurut tradisi mereka tidak diperkenankan untuk memasuki area pura ini. Jadilah saya hanya boleh memandang pura dari depan gapura dan tidak boleh masuk kedalamnya.

 

Konon, nama pura ini berasal dari patung raksasa setinggi 4 meter yang mana masyarakat setempat menyebutnya “Arca Da Tonta atau Ratu Gede Pusering Jagat” . Pura ini memiliki bangunan utama yaitu meru suci tempat arca batu yang disakralkan oleh warga desa yang sampai sekarang masih melanjutkan kepercayaan megalitik. Hanya foto dibawah ini yang berhasil saya ambil dari depan gapura masuk.. area lain ga bisa diambil karena ga boleh masuk…😦

Menyenangkan sekali berkunjung ke Desa Trunyan ini, masyarakatnya sangat ramah, pria berbaju merah ini adalah teman Bli Surya penduduk asli desa Trunyan, lahir dan besar di Trunyan,namanya…. siapa yaaa.. *duh lupaa…*  ingat nama gaulnya : Bli Donal… hihihi…

bersama Bli Donal.. salah satu teman Bli Surya, pemandu wisata di Trunyan yang menemani kami berkeliling Desa Trunyan

Kata Bli Donal, lain waktu jika ada kesempatan berkunjung kembali kesini dan kalau beruntung tepat disaat Desa Trunyan mengadakan upacara di pura,  wisatawan yang sedang berkunjung boleh menyaksikan dari dekat prosesi upacara mereka lhooo…. unik yaaa…. its Never Ending Story of Trunyan..

Trunyan menjadi penutup destinasi hari ketiga saya di Bali….sudah sangat sore dan mari melanjutkan perjalanan berikutnyaaaaa….. sampai ketemu di cerita destinasi hari ke-4 yaaaa… *Let’s Rock Bali  \m/

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
1 Comment

Posted by on November 17, 2012 in Bali, Travelling

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: