RSS

Kampung Adat Pulo

07 Jun

Seri Cangkuang niiiiy….. setelah kita menyeberangi Situ Cangkuang… merapatlah kita disiniii…

Sebelum sampai ditempat Candi Cangkuang berada.. terlebih dahulu kita akan melewati Kampung Adat Pulo:

Apa itu Kampung Adat Pulo?….. Kampung Adat Pulo itu merupakan perkampungan yang terdapat di dalam pulau di tengah kawasan Situ Cangkuang.

“Kalau menurut cerita rakyat, Kampung Pulo dulunya beragama Hindu lalu Embah Dalem Muhammad singgah di daerah ini karena ia terpaksa mundur karema mengalami kekalahan pada penyerangan terhadap Belanda. Karena kekalahan ini Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau kembali ke Mataram karena malu dan takut pada Sultan agung. Beliau mulai menyebarkan agama Islam pada masyarakat kampong Pulo. Embah Dalem Arif Muhammad beserta kawan-kawannya menetap di daerah Cangkuang yaitu Kampung Pulo. Sampai beliau wafat dan dimakamkan di kampumg Pulo. Beliau meninggalkan 6 orang anak Wanita dan satu orang pria. Oleh karena itu, dikampung pulo terdapat 6 buah rumah adat yang berjejer saling berhadapan masing- masing 3 buah rumah dikiri dan dikanan ditambah dengan sebuah mesjid. Jumlah dari rumah tersebut tidak boleh ditambah atau dikurangi serta yang berdiam di rumah tersebut tidak boleh lebih dari 6 kepala keluarga. Jika seorang anak sudah dewasa kemudian menikah maka paling lambat 2 minggu setelah itu harus meninggalkan rumah dan harus keluar dari lingkungan keenam rumah tersebut. Walaupun 100 % masyarakat kampong Pulo beragama Islam tetapi mereka juga tetap melaksanakan sebagian upacara ritual hindhu. (Sumber:http://www.disparbud.jabarprov.go.id )

denah kampung adat pulo

No 1 itu rumah kuncen_No 2-6 Rumah Adat dan_No 7 Masjid Kampung Pulo

ini bangunan no.7 Masjid Kampung Pulo, jalan kecil di sebelah kiri bangunan itu adalah jalan kita memasuki perkampungan ini.

view pertama yang akan kita lihat ketika memasuki kampung adat pulo… di sebelah kiri itu merupakan bangunan no.7 Masjid Kampung Pulo dan sebelah kanan adalah Rumah Adat.

Dalam adat istiadat Kampung Pulo terdapat beberapa ketentuan yang masih berlaku hingga sekarang yaitu :
• Dalam berziarah ke makam-makam harus mematuhi beberapa syarat yaitu berupa baraan api, kemenyan, minyak wangi, bunga-bungaan dan cerutu. Hal ini dipercaya untuk mendekatkan diri kepada roh para leluhur.
• Dilarang berziarah pada hari Rabu, bahkan dulu penduduk sekitar tidak diperkenankan bekerja berat, begitu juga Embah Dalem Arif Muhammad tidak mau menerima tamu karena hari tersebut dipergunakan untuk mengajarkan agama. Menurut kepercayaan masyarakat, apabila melanggar aturan tersebut, maka akan timbul malapetaka bagi masyarakat kampung ini.
• Bentuk atap rumah selamanya harus memanjang (Jolopong)

Rumah Adat di Kampung Adat Pulo dengan atap Jolopong nya

• Tidak boleh memukul gong besar
• Khusus di Kampung Pulo tidak boleh memelihara ternak besar berkaki empat seperti kambing, kerbau, sapi dan lain-lain.
Setiap tanggal 14 bulan Maulud mereka melaksanakan upacara adat memandikan benda-benda pusaka seperti keris, batu aji, peluru dari batu yang dianggap bermakan dan memberi berkah. (Sumber:http://www.disparbud.jabarprov.go.id )

Rumah Adat Kampung Pulo tampak belakang

Di sini kita bisa membeli berbagai macam cinderamata untuk dibawa pulang, banyak yang berjualan, dari sendal, mainan, rakit-rakitan, miniatur rumah adat, miniatur candi, dll….

dan seperti biasa… jika ingin membelinyaaaa….pintar-pintarlah dalam menawar😀

lihaaaat…. apa yang saya pilih untuk dibawa pulaaaang…. miniatur rakit yang benaaar..bisa mengambang… dan ikut menyeberangi situ cangkuang bersama rakit aslinyaa..😀

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
2 Comments

Posted by on June 7, 2012 in Garut, Travelling

 

2 responses to “Kampung Adat Pulo

  1. ungu

    November 17, 2012 at 1:58 pm

    Miraa..salam kenal.. =)
    Kebetulan aku juga mau main ke Garut bulan depan. Mau tanya dong, situ dan candi cangkuang ini kalau dari arah Bandung, jalurnya lewat mana aja ya?makasih

     
    • mira YA mira

      November 17, 2012 at 3:37 pm

      salam kenal juga ^_^
      sebelumnya, terima kasih sudah berkunjung kemariiii… *senangnyaa😀 *
      Kalau dari arah Bandung untuk menuju candi cangkuang keluar dari pintu tol cileunyi ambil jalan menuju rancaekek, lalu teruuuus saja menuju jalan cicalengka nagreg, agak belok sedikit ke kanan menuju jalan nagreg-kadungora, lalu masih teruuus mengikuti jalan raya Bandung-Garut, lanjut jalan terus melalui jalan Raya Kadungora, kemudian dari jl Raya Kadungora nanti belok kiri menuju Jl Citeureup-Cikeusik (jalan masuknya tidak terlalu besar tapi waktu saya kesana ada papan petunjuk arahnya), nah setelah belok kiri ini kalo ga salah kita tinggal ngikutin papan petunjuk arah saja…dari Jl Citeureup-Cikeusik ambil belokan kanan yang ke-2 arah Jl raya Desa Cangkuang… seingat saya itu *sambil tanya sanasini juga nih* .. tapi mohon dicek lagi via google map yaaa…🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: