RSS

Day 3_5# Luwak Coffee Agro Tourism, Bali

16 Nov

Agro Kultur Kopi Luwak

Coffee Luwak Agro Culture. Mendadak mampir ke agro culture ini… mumpung😀😀😀 …sebenarnya tidak masuk di dalam lokasi yang akan saya kunjungi, kebetulan lewat, masih memiliki waktu yang cukup panjang  jadi  diputuskan untuk berhenti dan melihat plus ‘coffee time’ sebentar di tempat ini. Di lokasi ini kita bisa melihat perkebunan kopi serta bagaimana proses sebuah kopi dari biji hingga menjadi bubuk.

Luwak pemakan kopi dibiarkan hidup dengan liar, ini ada yang ditangkarkan hanya supaya pengunjung yang datang kemari dapat tahu dan melihat binatang luwak itu seperti apa

Nah.. ini dia si luwak pemeran utama penghasil kopi luwak :p tentu saja sang luwak bintang utamanya karena Kopi luwak adalah biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak (musang). Kabarnya, seekor luwak itu tidak memakan sembarang biji-bijian kopi, tetapi luwak memiliki naluri alamiah untuk memilih biji-biji kopi terbaik untuk dikonsumsinya. Biji kopi ini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Terrdengar agak menjijikkan yaaa… berarti kita minum kopi dari kotoran luwak donk >.< …tapi biji kopi luwak ini adalah termasuk yang termahal di dunia.

Kopi Arabika Kintamani, memang memiliki citarasa yang khas. Kualitas pertama dari kopi-kopi Kintamani ini diekspor ke berbagai negara seperti Perancis, Jerman, Australia, Jepang, Korea, dan Amerika. Sedangkan untuk pasar domestik, kopi yang ada merupakan kopi rajutan atau kopi yang merupakan sisa produksi yang tak terserap oleh pasar ekspor (kasiah kita ya… dapat kopi sisa :p ) . Biji kopi yang baik berasal dari pohon kopi yang dirawat dengan baik pula. Setidaknya, perlu sekitar 4 tahun sejak tanam hingga bisa mendapatkan biji kopi matang yang benar-benar berkualitas.

Biji kopi yang dimakan oleh luwak setelah keluar menjadi feses, biji kopi masih tetap dalam keadaan utuh. Hanya saja warnanya menjadi kuning dan memiliki aroma yang khas. Walaupun sudah beraroma wangi tetapi tentu saja tetap harus dibersihkan dengan cara memisahkannya dari feses kemudian mencucinya sampai benar-benar bersih (seperti gambar diatas yang sebelah kiri). Setelah dicuci, biji-biji kopi tersebut kemudian dijemur hingga kering, dan setelah kering dapat langsung dimasak dengan cara dibakar atau digiling.

mencoba meng-sangrai kopi yang sudah kering ^_^

Banyak hal yang menarik kita dapat dengan berkunjung ke agro kultur disini. Melihat pengelolaan perkebunan yang masih tradisional terutama dalam proses pembakaran kopi yang hanya mengandalkan tungku api dari kayu bakar. Selain itu juga, sajian pemandangan yang indah serta udara yang dingin menambah kenikmatan dalam menikmati kopi gratis… *hahahaha… teteeeuuup… carinya yang gratisan yaaaa…*

Sebenarnya bukan cari yang gratisan tetapi memang fasilitas dari perkebunan kopi disini bahwa pengunjung diberikan kesempatan untuk merasakan berbagai macam rasa kopi yang ada. Ada kopi lemon, kopi coklat , kopi jahe, kopi ginseng, dan lain sebagainya.

Tapi tidak gratis kalau untuk kopi luwak >.< …..Untuk dapat menikmati kopi luwak disini, saya harus merogoh kocek Rp 50.000,- per cangkir… katanya ini jauh lebih murah daripada ditempat lain, apalagi kalau sudah di cafe atau restauran, bisa sampai seratus ribu bahkan lebih untuk setiap cangkirnya…. sluuurrrp, kopi luwak memang beda ^_^

Kopi luwak diyakini memiliki khasiat meningkatkan stamina dan beberapa manfaat berguna lainnya bagi tubuh kita. Ditempat ini disediakan juga berbagai jenis kopi bubuk dengan berbagai macam ukuran kemasan, dengan variasi harga yang berbeda-beda pula. Dapat dibeli untuk buah tangan. Selain kopi, tersedia pula arak Bali… hmmmm… siapa yang mau coba arak Bali😀

Arak Bali merupakan minuman keras hasil fermentasi dari sari kelapa dan buah-buahan lain, sedikit banyak mirip dengan tuak. Memilik kadar alkohol berkisar 37-50% dan tentu saja bila diminum secara berlebihan dapat menyebabkan seseorang menjadi mabuk.

Selain berbagai macam jenis kopi, dan juga arak disini tersedia pula bermacam-macam minyak aroma terapi dan berbagai macam jenis rempah. Rempah dijual dalam satu renteng (duh.. istilahnya yaaa..:p selain renteng apa kata yang tepat yaaa… paket mungkin ya😀 ) isinya bermcam-macam, ada kayu manis, ada lada, dan lain sebagainya. Cukup mahal dijualnya.. ya kalau untuk kita mudah mencari dan mendapatkannya di pasar-pasar. Rempah yang dijual memang ditujukan kepada para wisatawan asing yang mana di negaranya termasuk kategori susah didapat

Selain itu, tumbuhan tropis juga banyak ditanam. Perkebunan kopi disini penanamannya juga dipadukan dengan tanaman perkebunan  lainnya, seperti cokelat, jahe atau vanili. Tempat yang saya kunjungi ini kebetulan berpadu dengan kebun jeruk juga. Senang sekali, kami diperbolehkan oleh sang pemilik untuk mengambil jeruk-jeruk yang berjatuhan (saking banyaknya) sebanyak yang kita mauuuuu… kakak bim dan ‘lil illie yang paling heboh berburu jeruk😀 …..lumayan untuk teman melanjutkan perjalanan.

LOVE to VISIT INDONESIA

miraYAmira

 
2 Comments

Posted by on November 16, 2012 in Bali, Travelling

 

Tags: , , , , ,

2 responses to “Day 3_5# Luwak Coffee Agro Tourism, Bali

  1. Rio

    January 13, 2013 at 7:08 am

    Boleh tau mbak tepatnya dmn ya ini?
    Tertarik bgt ke sini.. karna 4 hari lagi saya ada rencana juga ke trunyan.
    Baca blog mbak ini jadi pengen ikut juga mampir di sini…
    aq coba google map tapi ga ketemu..

     
  2. just mira

    January 13, 2013 at 8:54 am

    hai Rio,

    saya kemarin kok ya lupa catat alamat lengkapnya yaa… aseli niy bener2 numpang lewat, masi ada waktu dan mampir, tapi yang pasti lokasinya di daerah SUSUT, BANGLI, KINTAMANI, ketika menuju trunyan posisinya ada di sebelah kiri jalan, kalau dari jalan raya tampilan depannya ya terlihat seperti foto yang paling atas dengan lahan parkir depannya cukup luas dan tanpa pagar. Semoga kamu bisa menemukannya….dan terimakasih ya sudah berkunjung kemari🙂

    oya, sekedar info saya akan memindahkan blog traveling saya ke http://www.mirayamira.com *barangkali mau melihat destinasi2 lain yang pernah saya kunjungi *🙂
    baru sedikit tulisannya karena tulisan pertamanya baru akan saya upload hari ini😀 hehehehe..

    Best Regards,
    miraYAmira

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: